Langsung ke konten utama

GURITA KAPITALISME


“Jangan salahkan komunisme/sosialisme yang selalu bergentayangan, tapi salahkan mereka yang selalu membiarkan dan memelihara kapitalisme untuk terus tumbuh dan berkembang. Karena pada dasarnya mereka yang membenci komunisme/sosialisme adalah yang pencinta dan pemuja "



Kapitalisme bukanlah barang baru dalam dunia modern. Sampai saat ini kapitalisme masih berdiri kokoh dan masih memberi pengaruh yang begitu kuat dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Kita dapat merasakan gejala dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Ditinjau dari defenisi, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki defenisi tang universal. Secara etimologis capitalisme menuju pada kata  “capitale” atau “capital  yang berarti modal. berasal dari bahasa Latin caput yang berarti kepala.[2] kemuadian ditambah dengan imbuhan “isme” yang berarti paham. Jadi kapitalisme adalah pafam tentang modal. Namun tidak hanya sebatas itu. Para ahli banyak mendefenisikan kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi-politik dalam sebuah Negara. Lebih luas lagi kapitalisme ialah sebagai ideologi yang dapat diartikan sebagai sistem pemikiran dan juga keyakinan yang dipakai oleh kelas dominan untuk dapat menjelaskan pada diri mereka sendiri bahwa bagaimana sistem sosial mereka beroperasi dan juga apa prinsip-prinsip yang akan diajukannya, ideologi ini melihat pada pencarian laba (kapital) sebagai fokus utama kegiatannya. Kapitalisme, sebagaimana yang diperkenalkan oleh Karl Max adalah suatu sistem produksi yang didasarkan pada hubungan capital dan pekerja. Pemilik modal memiliki hak penuh terhadap alat produksi. Maka dalam kapitalisme ada individual ownership, market economy, competion, dan profit

Modal memainkan peran yang sangat besar dalam sistem kapitalisme, bahkan pemilik modal bisa menguasai pasar serta menentukan harga dalam rangka mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Fernand Braudel pernah mengatakan bahwa “kaum kapitalis merupakan speculator dan pemegang monopoli yang berada dalam posisi untuk memperoleh keuntungan yang besar tanpa menanggung banyak resiko”. Untuk melakukan hal tersebut peran negara harus diperkecil bahkan kalau perlu dihilangkan. Nanti akan ada yang mengatur semua itu, yang disebut oleh David Ricardo dengan “invesible hand”..

Kapitalisme muncul sekitar abad 15-18 di eropa yang merupakan buah dari perjuangan terhadap sistem sebelumnya yakni feodalime. Kapitalisme lahir dari kondisi sosiologis pada waktu itu yang sudah muak dengan sistem lama dan menginginkan sistem yang baru. Pada awal kemunculanya dapat disebut sebagai kemajuan dalam kehidupan masyarakat waktu itu, selain mampu menghancurkan tatanan masyarakat lama (feodalisme), juga berhasil menciptakan alat-alat cara produksi baru. Berawal dari merkantilisme yakni perdagangan antar negara, sampai meletus revolusi industri di inggris dan prancis yang bermula dari ditemukannya mesin upa oleh seorang ilmuan inggris Thomas Savery (1650-1715).

Dalam proses perkembagannya kapitaisme dapat dilihat dari tiga fase, yakni fase awal, fase klasik, fase lanjut.

1.      Kapitalisme Awal (1500-1750)

Kapitalisme awal dimulai dengn lahirny institusi pasar pad abab 16-18 dan dilanjutkan dengan perkembangan perdagangan jarak jauh antar pusat-pusat kapitlisme. Pada akhir abad pertengahan industri inggris sedang terkonsentrasi pada sektor pangan dan menjadi industri pangan terbesar di eropa, dan industri pangan inilah yang menajdi pelopor lahirnya kapitalisme eropa sebagai sutu sistem sosial ekonomi.

2.      Kapitalisme klasik (1750-1914)

Fase ini mulai masuk dan merupakan pergeseran dari perdagangan publik ke industri. Fase ini ditandai dengan revolusi industri di inggris dan mulai banyak ditemukan mesin-mesin untuk menunjang industri. Revolusi industri dapat didefenisikan sebagai peralihan dari dominasi modal perdagangan ats industri ke dominasi modal industri ats perdagangan.

3.      Kapitalisme Lanjut (1914-sekarang)

Peristiwa besar yang menndai fase ini adalah terjadi perang dunia pertama. Kapitalisme lanjut sebagai peristiwa penting setidaknya ditandai dengan tig momentum. Pertama, pergeseran dominasi modal eropa ke amerika. Kedua, bangkitnya kesadaran bangsa Asia dan Afrika sebagai akses kapitalsime klasik, kemudian di manifestasikan kedalam perlawanan. Ketiga,Revolusi Oktober Bolshevik di Rusia yang ingin meruntuhkan intitusi fundamental kapitalisme yang berupa kepemilikan individu terhadap alat produksi dan tatanan masyarakat yang menindas. Dari sana kemudian muncul ideologi tandingan yaitu Komunisme.

Konsep kapitalisme yang sudah mendunia memang tidak bisa dihindari oleh negara maju dan negar dunia ketiga. Tanpa disadari kapitalisme sudah menjadi ancaman besar negara-negara berkembang. Kapitalisme selalu mengembangkan diri dengan teori dan konsep-konsep baru yang lebih modern. Namun bukan berarti kapitalisme merupakan bentuk final dari sejarah perkembangan masyarakat, seperti yang diakatan oleh Prancis Fukuyama dalam bukunya “The And Of  History”. Dia pasti akan hancur ketika kesdaran kolektif masyarakat tumbuh dan berkembang.

Ketika berbicara kapitalisme kita tidak bisa lepas dari nama Adam Smith yang sudah memberikan pondasi kuat terhadap kapitalisme. Melalui karya fenomenalnya yang berjudul “The Wealt Of Nation”. Disana menjelaskan bagaimana kapitalisme bekerja. Dimana negara harus dikecilkan perannya dalam mengatur perokonomian nasional atau yang disebut dengan teori laisses-faire. Semua diserahkan kepada pasar, nanti di pasar ada tangan-tangan yang tak terlihat yang mengatur (invesible hand). Selain dari Adam Smith, ada nama David Ricardo yang juga berperan dalam tumbuh kembangnya kapitalisme. Melalui teori upah alaminya (natural wage). Melalui teori tersebut dim mengajarkan bagaiman cara mengumpulkn kekayaan. Yakni dengan memberi gaji murah kepada buruh yang cukup untuk bertahan hidup.

Salah satu yang melatar belakangi timbulnya kapitalisme adalah semangat agama pada ajaran protestan untuk melakuan akumulasi kekayaan sebanyak-sebanyaknya. Dalam bukunya “etika protestan dan semangat kapitalisme”  Max Weber mengatakan bahwa semangat regiluis protestan mempunyai peran besar dalam tumbuh kembangnya kapitalisme. Protestan memberi pahala kepada mereka yang mengakumulasi kekayaan walaupun dengan berbagai macam cara.

Ada tiga pola,watak, dan sifat dasar dari kapitalisme. Tiga ini yang melandasi penindasan yang terajadi mulai dari awal timbulnya sampai detik ini. Pertama, melakukan akumulasi modal sebanyak banyaknya baik laba maupun komoditi dengan menkan ongkos produksi serendah mungkin. Kedua, melakukan ekploitasi habis-habisan terhadap SDM dan SDA. Ketiga, untuk memasarkan hasil produksi maka dibutuhkan pasar bebas dan melakukan ekspansi kesetipa penjuru dunia.

Kapitalsime di indonesia tidak murni tumbuh dari kesadaran dan kondosisi masyarakat indonesi, melainkan di suntik dari kapitalisme eropa terutama Belanda melalui sistem imprealisme dan kolonialisme. berawal dari perdagangan di tapal batas kepulauan nusantara (Indonesia-red) seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Aceh dan Ambon dan lainnya, dari berbagai penjuru dunia memperebutkan wilayah agraris untuk menukarkan komoditasnya masing-masing. Dalam perkembangan awal kapitalisme di Indonesia yaitu hanya sebatas kapitalisme primitif yang memaksakan perampasan tanah rakyat dan mengeksploitasi secara paksa untuk menghasilkan komoditasnya. Namun seiring perkembangan kolonialisme Belanda menerapkan monopoli perdagangan dengan adanya Vereenigde Oostindische Companigne (VOC). Setelah kemunduran VOC akibat dari korupsi pegawainya kemudian kolonialisme di Hindia-Belanda dipimpin langsung oleh kerajaan Belanda yang menerapkan tanam paksa untuk menggenjot produksi perkebunan dan hasil bumi lainnya untuk menjadi komoditas perdagangan Belanda.

Setelah lebih dari 3 abab berada di bawah sistem kolonial, akhirny indonesia berhasil keluar dari kegelapan tersebut pada tahun 1945. Namun sistem kapitalsime tidak hilang begitu saja. Berbagai macam cara pemerintahan orde lama untuk memusnahkan sistem tersebut dari bumi indonesia. Namun upaya tersebut putus ditengah jalan pada tahun 1965 beringinan dengan jatuhnya sukarno kemudian digantikan oleh soeharto. Keran imprealisme yang susah payah mencoba untuk ditutup oleh orde lama kembli di buka oleh pemerintahan orde baru dengan Undang-Undang No.1 tahun 1967 mengenai penanaman modal asing (PMA).

Pembangunanisme yang di kumandangkan oleh orba, telah keluar dari rel-rel revolusi yang sudah dikonsep oleh para pendiri bangsa, serta berhasil mengundang kembali imprealisme untuk menacapkan kakinya di indonesia.

Pembangunanisme merupakan ideologi yang berdasarkan pada nilai-nilai sekular pragmatisme, rasionalisme dan internasionalisme, titik dasar dari perekonomian pembangunan yaitu beralihnya masyarakat agraris ke masyarakat industrial.

Modal asing diharapkan pemerintah agar bisa menguntungkan dalam dua segi sekaligus yaitu menciptakan investasi baru, dimana pemerintah tidak mengeluarkan modal dan membuka lapangan pekerjaan. Disini pembangunan ekonomi akan dilaksanakan dengan memanfaatkan bantuan modal domestik dan asing. Para penguasa, dalam negeri maupun luar negeri, tidak lagi dianggap sebagai musuh besar atau kaki tangan imperialisme melainkan sebagai prasyarat dalam pembangunan sehingga harus didorong. Selain itu, tujuan pembangunan Orde Baru yaitu: pertama, pemerintah perlu mengadopsi kebijakan ekonomi yang bisa menjunjung pertumbuhan cepat dan memanfaatkan sumber daya ekonomi dari luar negeri. Kedua, pemerintah perlu menjaga agar kehidapan perekonomian dan kemasyarakatan berlangsung tertib dan terkendali secara ketat.

Dalam Orde Baru, pemerintah senantiasa melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pelaku modal dunia (capital finance), seperti bank dunia (word bank) dan IMF untuk menjamin dana moneter internasional dalam melakukan pembangunan di Indonesia. Diplomasi ekonomi oleh tim ekonomi ke negara-negara maju hingga akhirnya membentuk konsorium negara donor yang bertujuan membantu prmbanguan ekonomi Indonesia melalui pemberian dana setiap tahun dengan bunga rendah. Sehingga pada saat ini bisa terkendalinya inflasi dan pemerintah dapat meletakkan landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi.

Dampak yang terjadi dalam pembangunan Orde Baru yaitu makin meningkatnya hutang luar negeri dan makin bertambahnya suku bunga yang harus dibayar oleh Indonesia, belum lagi distribusi dari masyarakat kurang merata seperti pengolahan tanah yang hanya dikuasai negara dan pemodal beserta pengangguran karena investsi yang dijalankan tidak menyerap tenaga kerja dalam negeri. Dismping itu dengan kekuatan otoritarian penguasa meyebabkan terjadinya penumpukan kekayaan ke individu sehingga muncul golongan konglomerasi, karena negara dikuasi oleh ABRI sehingga tidak bisa dihindari terjadinya korupsi,kolusi, dan nepotisme.

Dampak dari kolonialisasi bangsa eropa dan orde baru sampai sekarang masih sangat kental terasa. Membutuhkan waktu yang cukup lama dan perjuangan keras untuk merubahnya dan membangun indonesia baru, indonesia yang tampa penindasan dan pembodoha.



Oleh : Husni Sy

Mahasiswa FDK UIN Yogyakarta

Anggota Forum Kebangsaam 610 (FORKEB 610)



[1] Husni Sy, Mahasiswa FDK UIN Yogyakarta, anggota Forum Kebangsaan 610.
[2] Konon kekayan Romawi kuno diukur oleh berapa kepala hewan ternak yang ia miliki. Semakin banyak caput­-nya , maka semakin sejahtera. Tidak mengherankan mereka mengumpulkan sebanyak-banyaknya caput .

Komentar